CONBINI
Kita sering menemukan istilah “Conbini” yang diucapkan dalam film ataupun komik Jepang. Bagi yang belum tahu, istilah “Conbini” adalah sebutan untuk toko kelontong modern yang tersebar di seluruh pelosok Jepang. Asal katanya adalah dari “Convenience Store”, yang kemudian dipersingkat agar sesuai dengan cara pengucapan orang Jepang, hingga menjadi “Conbini”. Conbini memang merupakan adaptasi modernitas Barat di negara jepang yang mulai masuk pada tahun 1969, tentunya untuk menambah kenyamanan dan kepraktisan masyarakat soal pemenuhan kebutuhan hidup.
Bicara soal toko kelontong, jangan keburu membayangkan toko kelontong modern ini tak beda dengan mini market yang banyak di Indonesia. Dalam beberapa hal memang ada kemiripan antara mini market di Indonesia dengan di Jepang, tapi lebih dari itu, sebetulnya lebih banyak juga perbedaannya. Bahkan kalau sudah tahu bagaimana conbini itu, pasti akan berbikir alangkah enaknya jika mini market di Indonesia betul betul menerapkan metode conbini di Jepang! yang membuat conbini sama seperti mini market di Indonesia dan di negara lainnya, hanya pada sistem waralaba(franchise) yang diadopsi dari negara asalnya: Amerika Serikat. Contohnya seperti: Seven-Eleven,Lawson, atau AMPM. Tapi yang membuatnya berbeda… nah, ini banyak mulai kita bahas satu per satu.
Yang pertama adalah jumlahnya yang cukup banyak. Dalam radius sekitar per 500 meter di Jepang, kita bisa dengan mudah menjumpai sebuah conbini. Berdasarkan sebuah survey penelitian tentang conbini di Jepang, memang dapat disimpulkan bahwa rata rata ada sebuah conbini untuk setiap 3.400 orang penduduk. Tentu kita jadi berpikir, apakah dengan begitu banyaknya conbini, antara satu dengan yang lain tidak bersaing ketat dan ada yang kekurangan pembeli? Tentu saja mereka bersaing, tapi masing masing conbini ternyata memiliki keunikannya tersendiri. Ini pula gambaran persaingan sehat yang dicitrakan oleh masyarakat jepang. Contohnya, nih… satu conbini mengisi 80% tokonya dengan bahan makanan mentah untuk sehari hari, sementara conbini lain di dekatnya mengisi tokonya dengan produk makanan kemasan siap santap (bento). Ada pula conbini yang lebih banyak menyediakan snack, permen, atau rokok; conbini khusus yang menjual berbagai keperluan wanita, bahkan conbini khusus bagi mereka yang berdiet. hal itulah yang membuat tidak ada conbini yang sangat sepi karena kekurangan pembeli.
Perbedaan lainnya adalah sistem POS (Point Of Sales) yang khusus hanya diterapkan oleh conbini di Jepang. Cara kerja sistem ini sebagai berikut: di mesin kasir dalam conbini terhubung dengan jaringan komputer di pusat waralaba. Saat pembeli membayar belanjaannya, petugas kasir menekan tombol di mesin untuk mengidentifikasi jenis kelamin konsumen, kisaran kelompok umurnya dan produk apa yang dibelinya. Dengan cara ini, data konsumen berhubungan dengan golongan produk tersebut. Misalnya: pria pelajar, umur sekitar 17 tahun, membeli snack A. Data ini disimpan dan dianalisa dalam beberapa periode. Hasil yang telah terkumpul dapat membuat pemilik waralaba conbini:
1. Menyempurnakan jadwal pengiriman produk ke setiap toko
2. Mengidentifikasi produk produk mana yang banyak terjual di toko pada lokasi tertentu
3. Mengembangkan produk baru yang diprediksi bisa laku terjual
Hal ini membuat conbini di Jepang menjadi mini market paling efisien di seluruh dunia.
Keunggulan conbini lainnya tentu saja soal kebersihannya! Penduduk Jepang yang sangat tertib soal kebersihan ini tentu bisa malas mengunjungi conbini yang lantainya kecoklatan karena kurang di-pel; misalnya. Selain itu, jangan lupakan mesin ATM dan jidouhanbaiki/Vending-Machine yang selalu nagkring di setiap conbini! Sistem pembelian barang dengan cara ini memudahkan pembeli yang (misalnya) Indin membeli CD, namun rumahnya jauh dari mall. Tinggal pergi ke conbini terdekat, menyentuhkan jari ke layar touch-screen pada mesin, lalu kamu bisa membeli/memesan CD yang kamu inginkan. Kamu juga bisa membeli komik, bahkan perangkat komputer, lho!
Untuk barang barang “besar” seperti membeli CD atau komputer, pembayaran dilakukan dengan kartu kredit atau transfer dari rekening sejumlah harga barang tersebut. Paling lama dalam 5 hari (jika kamu tinggal di Jepang), maka barang yang kamu pesan sudah datang! Tapi jika hanya membeli komik atau rokok, kamu bisa membayar tunai ke dalam mesin tersebut. Namun patut diketahui juga, bahwa pemerintah Jepang cukup ketat mengawasi penjualan rokok, minuman keras maupun komik dewasa. Jika kamu belum menginjak batas usia yang di tentukan (dengan menunjukkan kartu identitas yang akan di scan oleh si mesin), jangan harap kamu bisa membeli benda benda tersebut dengan bebas! Ada juga conbini yang menyediakan mesin diagnosa kesehatan, khususnya di conbini bagi orang orang yang berdiet sehat. Benar benar praktis!
Faktor kesegaran produk yang dijual tentunya juga menjadi perhatian utama conbini conbini di jepang. jangan cemas membeli bahan makanan yang sudah kadaluwarsa! Untuk makanan siap saji yang bisa bertahan agak lama, biasanya conbini membekukan betul bahan makanan tersebut, dan baru dicairkan hanya bila ada pembelinya. Untuk bahan makanan segar seperti daging dan sayuran yang harus dimasak dan dikonsumsi secepatnya, waralaba conbini mendapat pasokan dari sumbernya langsung. Jika bahan makanan mentah itu tidakk habis terjual, langsung dibuang dan dijadikan kompos. Jadi tidak ada bahan makanan mentah yang disimpan sampai berhari hari.
Pelayanan yang ramah dan jaminan kepraktisan, kebersihan serta keamanan juga menambah nilai plus bagi conbini di Jepang. Kalangan karyawan yang pulang malam dan tak sempat memasak makanan, tinggal pergi ke conbini (yang umumnya buka 24 jam) dan membeli bento untuk langsung dimakan di rumah. Anak anak yang sering ditinggal sendiri di rumah karena orangtuanya bekerja, dapat pula menjadikan conbini sebagai tempat pelarian untuk berlindung bila merasa terancam keselamatannya. Ini berkat peraturan Dewan Pencegahan Kejahatan Dalam Conbini yang menunjuk beberapa conbini sebagai tempat darurat bagi perlindungan anak anak. Peraturan ini berlaku sejak Agustus 2001. Bagi orang Jepang, conbini sangat membantu dalam keseharian hidup. Makannya, nggak salah ‘kan, kalau sekali mengenal conbini, kita pasti berandai-andai kalau mini market di negara kita ini seperti conbini di Jepang!

The Law Of Ueki
Vampire Knight
===============================================================================
Thanks!
===============================================================================
ARIGATO!!!

Artikel bagus, bikin sendiri nih?
cuma melengkapi, orang jepang hobi singkat menyingkat kalimat mirip banget sama hobi orang Indonesia. Bedanya merek alebih suka menyingkat kalimat bahasa asing terutama bahasa Inggris.
Contoh:
Remote Control – Remo Con (aksen jepangnya Remokong)
Car Navigator – Car Navi (Ka- nabi)
Air Conditioner – Air Con (ea- kong)
Termasuk juga
Convinience Store – Convini (aksen jepang: Kombini)